BOLEHKAN WANITA AHMADI KARATE
Dalam soal jawab
Huzur tahun 1991 di New Delhi, India, ada seorang ahmadi bertanya:
Penanya:Huzur!Saya adalah seorang guru karate, murid saya terdiri dari pria dan wanita. Jika ada wanita ahmadi (lajnah) yang ingin belajar karate kepada saya, bolehkah?
Penanya:Huzur!Saya adalah seorang guru karate, murid saya terdiri dari pria dan wanita. Jika ada wanita ahmadi (lajnah) yang ingin belajar karate kepada saya, bolehkah?
Huzur: Para wanita ahmadi memiliki
batas-batas, mereka tidak bisa mendapatkan itu (belajar karate-pent) dengan
melompati batas-batas tersebut. Untuk itu ketika diPakistan kami
perintahkan kepada para wanita (ahmadi) yang mahir beladiri untuk mengajarkan
beladiri pada para wanita lagi. Cara yang terbaik untuk mengawalinya
adalah ajarkan beladiri (karate/judo) kepada anak-anak perempuan
ahmadi yang belum baligh dan itu juga yang dipraktekkan di Eropa.Cara demikianjustru
bisa memberikan hasil yang terbaik. Apakah itu laki laki ataupun perempuan,
jika mereka diberikan pelatihan beladiri sejak usia dini (anak-anak),maka akan
memberikan hasil yang terbaik dibandingkan jika dilatih pada usia dewasa.
Begitu juga keterampilan-keterampilan jasmani lainnya, jika diberikan
pelatihan sejak dini, makaakan memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu,silahkan
anda ajarkan karate pada anak-anak perempuan ahmadi dan setelah mereka mahir
nantinya, mereka bisa mengajarkannya pada kakak-kakakmereka, ibu, saudara
mereka.
Penanya:kira-kira
mulai dari usia berapa diajarkannya, Huzur?
Huzur: Saya katakan tadi “ketika usia belum baligh”.
Huzur: Saya katakan tadi “ketika usia belum baligh”.
Terjemah bebas:
Mahmud Wardi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar