Jumat, 16 Mei 2014

BOLEHKAH ANAK AHMADI BELAJAR NGAJI PADA ULAMA GHAIR?




DalamacaraMajlisIrfan, seorangkhadimbertanyakepadaHazratKhalifatulmasihAr Rabi ra :” Jika kita tidak bisa shalat dibelakang ghair ahmadi, apakahkitabisabelajarAl-Quran karim pada ulamaghairahmadi?Jikamemangbisabelajarkepadamereka, kenapadiantarakeduaperaturanituadaperbedaan (shalatdanngaji)?”
Jawab:
Huzur:”Kenapaahmaditidakbolehshalatdibelakangghairahmadi,Andatahu?”
Khadim:”Karenadibelakang,merekamenentangjemaat”
Huzur:”Bukanitu yang menjadipermasalahan”
Huzur:”ApakahandamengimaniHazratMasihMauud as sebagai Imam mahdiatautidak?”
Khadim:”YaHuzur”
Huzur:”Yakin?”
Khadim:”Yakin Huzur”
Huzur:Siapa yang menjadikan Imam?
Khadim:”Allah Ta’ala”
Huzur:”Allah Ta’alayang menjadikannyaataujadidengansendirinya?
Khadim:”Tidak, Allah Ta’ala”
Huzur:”Orang yang beranimengingkari imam yang telahditunjukoleh Allah Ta’alalalumengatakanbahwaorangitu(yang mendakwakan itu) adalahpendusta, apakahorangsepertiitubisamenjadi imam?Simple sajamasalahnya.Lain halnyadenganmengajarAl-Quran Karim,didalamnyatidakterdapatpendakwaansepertiitu.Itu (Al-Qur’an Karim)adalahkalamIlahi, siapasajayang memahamibahasaarabdiabisamengajarkannya. Dalamhalini(mengajarAl-Quran Karim) tidakadakaitannyadenganimamat(keimaman) danghairimamat (bukanperkarakeimaman).Sedangkandidalamperkarashalat, ada (masalahkeimaman).

TapiDidalampengajaranAl-Quran olehulamaghairterdapatresikoyang membahayakan.Orang yang belajar Al-Quran kepadaulamaghair, didalamnyaakandijumpaibanyaksekaliterjemahan yang menyimpangdariakidahkitadanmeskipunnyata-nyataterjemahannyasalah,tapitetapsajadigunakanolehparaMaulwighair. Seperticontohmasalahkewafatan Isa al-Masihataubanyaklagiayat-ayatlainnya yang secarasengajadiajarkanterjemahan yang salahkepadaanakkitadandisisilainorangtuasianaktidakpunyawaktuluanguntukmemperbaikikesalahan-kesalahanitu.Selainitu,banyaksekaliayatAl-Quran yang diasendiri (si guru ngajiitu) tidakmemahamimafhumnya, memangmerekaakanmenerjemahkanayattersebutsecaraperkata, tapimaknanyatidakakandidapati. Jikaorangtuamenyuruhanak-anaknyabelajarAl-Qurankepadaulama yang sepertiitulantasmerasasenangkarenaanaksayatelahbelajarAl-Quran, inimerupakanperkara yang rendah.Sebenarnya,benarkahdiasudahmempelajari topik yang adadalam al-Quran ataubelum?Hal inilah yang perludibahas.Karenaitubeberapakeluargaahmadimerasasenangdenganperkara yang imitasisepertiitu,bahwaanakkitatelahbelajar Al-Quran dantelahsampaipada level berikutnya.Silahkantestanak-anakkitaberkenaandenganayat-ayat yang sulitdanayat ayat yang didalamnyaterdapatpertentangan, lantasandaakanmengetahuisampaidimanakahanakkitatelahmempelajariAl Qur’an?
Banyaksekaliayat yang tidakdirenungkanolehparaulamakitajuga, sehinggamerekatidakmemahamibahasanyang terkandungdidalamnya.Karenaitu, sekarangsangatlahmudah, sayasendiritelahmemulaikelas-kelaspelajaranterjemah Al Quran Karim, sebagianbesarayat Al Quran telahkitapelajaridanpelajaran-pelajaranitubisadiperolehdalambentuk audiomaupun video. Kenapaorangtuatidakmengambilmanfaatdari audio video tersebut?sehinggamerekasendiri pun bisamempelajarinyauntukselanjutnyadiajarkanpadaanak-anakmereka.Karenaitu, yang perlumendapatkanpengawasanadalahmereka(orangtua) tidakmemilikiwaktuluangkarenasibukdenganpekerjaanduniawilalumenyerahkananak-anaknyakepadaparaulamaghairsehinggamerekaterbebasdaribebanitu. Cara-carasepertiinilahyang sangatmerugikandanberbahaya.

Diterjemahkanbebasoleh Mahmud Ahmad Wardi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar