DalamacaraMajlisIrfan,
seorangkhadimbertanyakepadaHazratKhalifatulmasihAr Rabi ra :” Jika kita tidak bisa shalat dibelakang ghair ahmadi,
apakahkitabisabelajarAl-Quran karim pada ulamaghairahmadi?Jikamemangbisabelajarkepadamereka,
kenapadiantarakeduaperaturanituadaperbedaan
(shalatdanngaji)?”
Jawab:
Huzur:”Kenapaahmaditidakbolehshalatdibelakangghairahmadi,Andatahu?”
Khadim:”Karenadibelakang,merekamenentangjemaat”
Huzur:”Bukanitu yang menjadipermasalahan”
Huzur:”ApakahandamengimaniHazratMasihMauud as sebagai Imam
mahdiatautidak?”
Khadim:”YaHuzur”
Huzur:”Yakin?”
Khadim:”Yakin Huzur”
Huzur:Siapa yang menjadikan Imam?
Khadim:”Allah Ta’ala”
Huzur:”Allah Ta’alayang
menjadikannyaataujadidengansendirinya?
Khadim:”Tidak, Allah Ta’ala”
Huzur:”Orang yang beranimengingkari imam yang
telahditunjukoleh Allah Ta’alalalumengatakanbahwaorangitu(yang mendakwakan itu)
adalahpendusta, apakahorangsepertiitubisamenjadi imam?Simple
sajamasalahnya.Lain halnyadenganmengajarAl-Quran Karim,didalamnyatidakterdapatpendakwaansepertiitu.Itu
(Al-Qur’an Karim)adalahkalamIlahi, siapasajayang
memahamibahasaarabdiabisamengajarkannya. Dalamhalini(mengajarAl-Quran Karim) tidakadakaitannyadenganimamat(keimaman)
danghairimamat (bukanperkarakeimaman).Sedangkandidalamperkarashalat, ada
(masalahkeimaman).
TapiDidalampengajaranAl-Quran olehulamaghairterdapatresikoyang
membahayakan.Orang yang belajar Al-Quran kepadaulamaghair, didalamnyaakandijumpaibanyaksekaliterjemahan yang
menyimpangdariakidahkitadanmeskipunnyata-nyataterjemahannyasalah,tapitetapsajadigunakanolehparaMaulwighair.
Seperticontohmasalahkewafatan Isa al-Masihataubanyaklagiayat-ayatlainnya yang
secarasengajadiajarkanterjemahan yang
salahkepadaanakkitadandisisilainorangtuasianaktidakpunyawaktuluanguntukmemperbaikikesalahan-kesalahanitu.Selainitu,banyaksekaliayatAl-Quran
yang diasendiri (si guru ngajiitu) tidakmemahamimafhumnya, memangmerekaakanmenerjemahkanayattersebutsecaraperkata,
tapimaknanyatidakakandidapati. Jikaorangtuamenyuruhanak-anaknyabelajarAl-Qurankepadaulama yang
sepertiitulantasmerasasenangkarenaanaksayatelahbelajarAl-Quran,
inimerupakanperkara yang rendah.Sebenarnya,benarkahdiasudahmempelajari topik
yang adadalam al-Quran ataubelum?Hal inilah yang
perludibahas.Karenaitubeberapakeluargaahmadimerasasenangdenganperkara yang
imitasisepertiitu,bahwaanakkitatelahbelajar Al-Quran dantelahsampaipada level
berikutnya.Silahkantestanak-anakkitaberkenaandenganayat-ayat yang sulitdanayat
ayat yang didalamnyaterdapatpertentangan, lantasandaakanmengetahuisampaidimanakahanakkitatelahmempelajariAl Qur’an?
Banyaksekaliayat yang
tidakdirenungkanolehparaulamakitajuga, sehinggamerekatidakmemahamibahasanyang terkandungdidalamnya.Karenaitu, sekarangsangatlahmudah,
sayasendiritelahmemulaikelas-kelaspelajaranterjemah Al Quran Karim,
sebagianbesarayat Al Quran
telahkitapelajaridanpelajaran-pelajaranitubisadiperolehdalambentuk audiomaupun
video. Kenapaorangtuatidakmengambilmanfaatdari audio video
tersebut?sehinggamerekasendiri pun bisamempelajarinyauntukselanjutnyadiajarkanpadaanak-anakmereka.Karenaitu,
yang perlumendapatkanpengawasanadalahmereka(orangtua)
tidakmemilikiwaktuluangkarenasibukdenganpekerjaanduniawilalumenyerahkananak-anaknyakepadaparaulamaghairsehinggamerekaterbebasdaribebanitu. Cara-carasepertiinilahyang
sangatmerugikandanberbahaya.
Diterjemahkanbebasoleh Mahmud Ahmad Wardi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar