Rabu, 10 Juli 2013

jika dan namun

Sebelumnya saya minta maaf bila tulisan ini agak menyindir, ini semua semata-mata buat renungan kita semua.
JIKA..
MAJELIS DI HADIRI RATUSAN RIBU BAHKAN JUTAAN MUSLIMIN MUSLIMAT DALAM GEMURUH DZIKIR DAN SHALAWAT,SEBAGIAN SIBUK MENCARI CELA DARI ACARA TERSEBUT, DGN PERTANYAKAN DALIL, ATAU STEMPEL AHLUL BID'AH. AMALAN YANG TERTOLAK DN LAIN SEBAGAI NYA
NAMUN..
KETIKA MEREKA MELIHAT SAUDARA NYA ASYIK DALM MENYAKSIKAN KULIT BUNDAR DAN SEAKAN LUPA SEGALA NYA ITU, ATAU BAHKAN ENTAH KEMANA SHALAT FARDHU NYA,DEMI SEPAK BOLA. MEREKA YANG MENGANGGAP PALING BERPEGANG SUNNAH ITU DIAM SAJA. TANPA KOMENTAR TANPA KOMPLAIN. MEREKA LEBIH SIBUK MEMPERTANYAKN KEBENARAN SAUDARA NYA YANG BERDZIKIR DARI PADA MENDEBAT SAUDARA NYA YANG LARUT DALM DUNIA BOLA ITU
JIKA...
MAJELIS YANG MEMBUAT JALAN SEDIKIT TERSENDAT SAJA, ORANG" DISIBUKKAN DGN KOMENTAR DAN CACI MAKI BAHKAN SUMPAH SERAPAH TERLONTAR DARI MULUT MEREKA
NAMUN..
KETIKA PARA SUPORTER SEPAK BOLA MEMENUHI JALANAN, BUKAN HANYA MENIMBULKAN KETERSENDATAN BHKAN TELAH TERJADI KEMACETAN. SEMUA TAK MEMPERMASALHKAN DAN MENGANGGAP HAL YANG WAJAR.BAHKAN, BISA SAJA YANG SERING MENGELUHKAN TERSENDAT KARENA MAJELIS,MALAH MENJADI BAGIAN DARI PENYEBAB KEMACETAN DI SEKITAR KERAMAIAN SEPAK BOLA ITU
JIKA..
MAJELIS DAN HAL HAL YANG MULIA DAN AGUNG MEMBUTUH KAN PENDANAAN, MEREKA DIAM TANPA AKSI SEOLAH TAK PEDULI.PADAHAL MEREKA MUSLIMIN
NAMUN..
KETIKA SI KULIT BUNDAR MEMANGGIL,MEREKA TAK SEGAN DAN TANPA RAGU MEROGOH KOCEKNYA/SAKU DALM DALM UNTUK MEMBELI TIKET. DENGAN RELA MENGATNTRI PANJANG MENGEKOR, MENGORBANKAN SEGALA NYA

JIKA..
MAJELIS DAN EVENT AKBAR PENUH KEMULIAAN LAINYA DIADAKAN,SEOLAH BANYAK SAJA YANG TAK PEDULI DAN TERASA ASING DAN TAK BETAH TUK DUDUK BERSAMA DALAM JAMUAN DZIKIR DAN SHALAWAT.
NAMUN..
MEREKA RELA BERDSAKAN.KEPANASAN,HUJAN HUJANAN. MENGHABISKAN WAKTU BERJAM JAM DEMI SEPAK BOLA

Renungkan Wahai Saudaraku

Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ...
1. Aku rumah yang terpencil, maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu shalat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, maka bawalah amal shaleh yang menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan "Laa ilahaillallah, Muhammadar
Rasulullah", supaya kamu dapat jawaban kepadanya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya
1. Dunia itu racun, zuhud itu obatnya.
2. Harta itu racun, zakat itu obatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun, zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun, taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun, Ramadhan itu obatnya.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda “Ada 4 di pandang sebagai ibu", yaitu :
1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN .
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR. Ingatlah kepada kebenaran dan kesabaran.

Beberapa kata renungan dari Al Qur'an “Orang Yang Tidak Melakukan Shalat”:
1. Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
2. Dzuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
3. Ashar : Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan
4. Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
5. Isya : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya.

* FCB

Selasa, 09 Juli 2013

RAMADHAN

RAMADHAN tiba lagi, ia dikenal dengan bulan suci, penghulu segala bulan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya itqun minannar. Di bulan ini nafas-nafas kita menjadi tasbih, tidur kita ibadah, amal-amal kita diterima dan doa-doa kita di-ijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabb kita dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbing kita untuk melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya.
Waktu, datang terasa singkatnya, perginya pun terasa cepat. Apa yang kita lakukan, amal apa yang kita perbuat. Semua itu yang akan memberi makna pada waktu. Bila kita berbuat baik, maka waktu tersebut punya arti yang baik. Begitu juga sebaliknya. Bila waktu dibiarkan kosong, tidak diisi dengan amal, akan menipu diri sendirii. Seperti kata Rasulullah: “Dua nikmat yang manusia banyak yang tertipu dan merugi, yaitu kesehatan dan waktu luang.”
kata khalifah,  BULAN SUCI RAMADHAN ITU ADA 2 SISI
1. bulan evaluasi,
maksudnya ialah sebagai bulan yang mengevaluasi diri kita sudah sejauh mana peningkatan rohani kita.
2. bulan Tarbiyat

ingat, shaum itu tidak hanya menahan lapar, tradisi, ikut-ikutan dll tapi atas dasar kesadaran dan keimanan. ganjaran puasa bagi Allah swt, kata nabi adalah Allah SWT itu sendiri.



Tugas-tugas Rasulullah S.A.W.

Muhammad, Rasul dari umat Islam, adalah seorang tokoh super historik. Hal ini bukanlah suatu kebetulan belaka. Beliau diperintahkan untuk memproklamirkan semboyan: "Katakanlah: Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua" (Q.7: 159, 34: 29). Dalam kapasitasnya sebagai Rasul Allah kepada seluruh umat manusia, beliau ditugasi untuk menyampaikan petunjuk yang sempurna (Al-Qur'an) yang diwahyukan kepada beliau (Q.5: 68). Tapi ini bukanlah satu-satunya tugas beliau.
Beliau mengemban tugas dan tanggung jawab yang sangat kompleks. Beliau harus menjadi panutan dan teladan bagi seluruh umat manusia dalam segala hal (Q.33: 22). Beliau diutus untuk memberikan contoh yang melaluinya kecintaan umat manusia kepada Tuhannya dapat diekspresikan dan dipenuhi dengan sebaik-baiknya, untuk memenangkan kecintaan dan keridhaan Allah (Q.3: 32). Beliau harus mencontohkan dengan budi-pekerti dan keunggulan moral yang tertinggi (Q.68: 5). Beliau harus membuktikan dirinya sebagai "Rahmat bagi sekalian alam" (Q.21: 108).
Apa-apa yang telah disebutkan tentang ini di dalam Al-Qur'an, dan masih banyak lagi tugas-tugas serta tanggung jawab yang merupakan satu rangkaian nubuatan-nubuatan agung yang menyatakan dan mensyahkan kebenaran dan ketaqwaan beliau.
(Dr. Sir M. Zafrullah Khan, Wajah Rasulullah S.A.W. (The Prophet at Home), Arista, 1996)

Roman Wajah Rasulullah S.A.W. Tidak Seperti Pedang

Abu Ishaq mengemukakan: Bara'a bin Aazib pernah ditanya, "Apakah roman wajah Rasulullah cemerlang seperti pedang yang mengkilap?" Ia menjawab: "Tidak. Lebih mirip dengan bulan purnama yang cerah."
Jabir bin Samurah meriwayatkan: Rasulullah memiliki mulut yang agak lebar. Di mata beliau terlihat juga garis-garis merahnya dan tumit beliau langsing. Jabir juga meriwayatkan: Saya berkesempatan melihat Rasulullah di bawah sinar rembulan, dan (saya) perhatikan pula rembulan tersebut. Bagi saya beliau lebih indah daripada rembulan itu.
(Dr. Sir M. Zafrullah Khan, Wajah Rasulullah S.A.W. (The Prophet at Home), Arista, 1996)

Gambaran Bentuk Fisik Rasulullah S.A.W. (II)

Anas bin Malik juga meriwayatkan: Rasulullah tingginya sedang, tidak tinggi benar namun tidak pula pendek, beliau tegap. Rambut beliau tidak keriting namun tidak pula lurus sama sekali. Warna kulit beliau sedang, tapi cerah. Beliau berjalan dengan gesit, melangkah dengan tubuh sedikit condong ke depan.
Bara'a bin Aazib meriwayatkan: Rasulullah tingginya sedang, dengan tulang belikat (pundak) yang bidang. Rambut beliau cukup tebal, panjangnya sampai batas telinga. Saya belum pernah melihat sesuatu yang lebih menarik daripada (menyaksikan) beliau.
Ali bin Abi Thalib meriwayatkan: Rasulullah tidaklah tinggi, juga tidak pendek. Telapak tangan dan kaki beliau padat berisi. Beliau memiliki kepala yang agak besar dan kuat. Bulu-bulu halus tumbuh di dada beliau dan terus ke bawah sampai pusar. Jika beliau berjalan, melangkahnya seolah-olah seperti turun (meloncat) dari suatu ketinggian. Saya belum pernah melihat orang seperti beliau di antara sahabat-sahabatnya, dan dari antara orang-orang yang datang sesudah (wafatnya) beliau.
(Dr. Sir M. Zafrullah Khan, Wajah Rasulullah S.A.W. (The Prophet at Home), Arista, 1996)

Gambaran Bentuk Fisik Rasulullah S.A.W. (I)

Anas bin Malik meriwayatkan: Rasulullah bertubuh sedang, bercorak kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak pula hitam benar. Rambut beliau dapat dikatakan lurus, dan agak berombak. Allah SWT mengangkat beliau sebagai Nabi ketika beliau berusia empat-puluh tahun. Sesudah itu beliau sempat tinggal di Mekkah selama tiga-belas tahun dan lalu di Madinah selama sepuluh tahun. Allah SWT memanggil beliau ke haribaan-Nya pada umur enam-puluh tiga tahun. Saat itu baru sedikit saja uban yang tumbuh di rambut dan janggut beliau.
(Dr. Sir M. Zafrullah Khan, Wajah Rasulullah S.A.W. (The Prophet at Home), Arista, 1996)

Gambaran Bentuk Fisik Rasulullah S.A.W. III

Hind bin Abi Halah telah diceritakan oleh Hasan yang telah diceritakan oleh Hasan bin Ali, sebagai berikut: Rasulullah memiliki pribadi yang mulia dan diakui sangat agung dalam pandangan orang yang melihatnya. Wajah beliau bercahaya seterang bulan purnama. Beliau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kami, tapi lebih pendek dari orang yang jangkung.
Kepala beliau sedikit lebih besar dari rata-rata, dan rambut beliau cenderung agak keriting (berombak). Jika dapat dikuakkan (dibelah) maka beliau kuakkan. Jika tidak dapat maka beliau biarkan saja. Saat rambut beliau mulai agak panjang, akan mencapai cuping telinga beliau.
Kulit beliau berwarna cerah dan dahi beliau lebar. Alis mata beliau lengkung hitam dan tebal. Di antara alisnya nampak urat darah halus yang berdenyut jika beliau emosi atau bergairah. Hidung beliau agak melengkung dan mengkilap jika kena cahaya, serta tampak agak menonjol jika kita pertama kali melihatnya, padahal tidak demikian sebenarnya.
Beliau berjanggut tipis tapi penuh dan rata sampai di pipi. Mulut beliau sedang, gigi beliau putih cemerlang dan agak renggang. Pundak beliau bagus dan terpasang kokoh seperti dicor dengan perak. Anggota tubuh beliau yang lain serba normal dan proporsional. Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya. Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan terpasang dengan baik.
Bagian-bagian tubuh beliau yang tidak tertutup pun nampak bersih dan bercahaya. Kecuali bulu-bulu halus yang tumbuh dari dada dan turun sampai ke pusar. Lengan dan dada bagian atas beliau ada berbulu. Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan beliau agak lebar, serta baik telapak tangan maupun kaki beliau padat berisi. Jari-jari tangan dan kaki beliau cukup langsing. Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya, sehingga saat beliau mencucinya maka air akan meluncur dengan cepat ke bawah.
Jika beliau berjalan, beliau melangkah dengan posisi badan agak condong ke depan, tapi beliau melangkah dengan anggun. Langkah beliau panjang dan cepat serta kelihatan seperti turun (loncat) dari suatu ketinggian.
(Dr. Sir M. Zafrullah Khan, Wajah Rasulullah S.A.W. (The Prophet at Home), Arista, 1996)

Pandangan Mata Rasulullah S.A.W. Selalu Menyejukkan

Dari Hind bin Abi Halah,  yang telah diceritakan oleh Hasan bin Ali, meriwayatkan: Jika Rasulullah sedang berhadapan dengan seseorang, maka dipandangnya orang tersebut dengan penuh perhatian. Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai aturan (dalam Al-Qur'an) dan lebih sering melihat ke bawah daripada ke atas. Beliau tidak pernah memelototi seseorang. Pandangan mata beliau selalu menyejukkan.
(Dr. Sir M. Zafrullah Khan, Wajah Rasulullah S.A.W. (The Prophet at Home), Arista, 1996

Senin, 08 Juli 2013


IKUTI SUARA HATIMU

Ketika orang dalam keadaan bingung untuk menentukan pilihan atau mengambil keputusan, sering diberikan nasehat: IKUTI SUARA HATIMU. Namun kebanyakan orang masih juga bingung, suara hati yang bagaimana?Tanyakan nuranimu sendiri. Ini pun masih membingungkan. Lantas apa patokan bahwa kita sudah mengikuti suara hati?Dalam setiap hati manusia bersinggasana Dia yang Maha Kuasa. Teori ini sudah banyak diberikan oleh para suci, avatar, dan para nabi. Namun orang masih saja bingung. Sulit memang membedakan antara gemuruhnya pikiran dan suara hati nurani yang sangat halus. Dalam keseharian, pikiran yang dipenuhi oleh keinginan yang menyamankan badan dan selalu ingin menang jauh lebih kuat dari nurani dimana Dia Yang Maha Agung bertahta. Bahkan cenderung tenggelam dalam gemuruh keserakahan dan keinginan untuk menang dan memiliki kelebihan dari sesama manusia. Baik pujian, ketenaran, dan kekuasaan lebih dari yang lain.Namun jika lebih diteliti dengan seksama, semestinya suara hati nurani yang bening akan terdengar jelas. Lantas bagaimana membedakannya?Suara yang bening identik dengan suara alam. Suara yang senang berbagi kebaikan, bukan mengutamakan kenikmatan duniawi. Perhatikanlah sifat matahari. Ia senantiasa berbagi, tidak memilah kepada siapa ia memberikan cahayanya. Sifat matahari yang demikian selaras dengan sifat semesta. Matahari adalah alat Dia Yang Mahapemberi untuk menerangi kegiatan manusia. Banyak sekali manfaat cahaya ataupun panas matahari membantu aktivitas manusia. Berbagilah demi keuntungan banyak orang. Itulah suara hati yang murni.Sifat air yang senantiasa mengalir ke tempat yang lebuh rendah berarti memberikan kehidupan terhadap sesama. Ini pula suara hati. Hiduplah selaras dengan sifat alam. Berbagilah kehidupan terhadap sesama. Penuhilah kehausan sesama dan lingkungan dengan berbagi kesenangan. Berikanlah kesejukan bagi sesama ketika sahabat atau temanmu membutuhkannya.Sifat bumi adalah senantiasa memberikan manfaat untuk memberikan hasil bumi yang dibutuhkan manusia untuk melangsungkan kehidupan. Ia senantiasa memberi walaupun diinjak oleh manusia. Ia senantiasa memberikan makanan untuk menunjang kehidupan manusia. Ia berada di bawah kaki kita, namun ia begitu murah berbagi. Tirulah sifat bumi yang senantiasa berbagi walaupun dihinakan. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Balaslah kejahatan dengan kasih. Jika tidak bisa, upayakanlah paling tidak, tidak menyakiti.Sifat laut yang luas. Laut bersifat mendaur ulang. Air bagaimanapun kotornya, begitu masuk laut, akan didaur ulang kembali menjadi air yang bersih melalui proses penguapan. Jadilah air hujan yang sudah dimurnikan. Sifat lautan yang memurnikan berarti kapabilitas manusia untuk senantiasa memaafkan. Dan itu bukan hal yang mustahil. Tergantung sifat keilahian yang begema dalam diri manusia.Itulah sifat yang selaras dengan alam. Jadi yang dimaksud dengan suara hati adalah keselarasan hidup dengan sifat-sifat alam. Sifat yang lebih mengutamakan kepentingan umum. Bukan golongan, kelompok atau diri sendiri…. Karena kita hidup dalam lautan energi kebersamaan. Bukan pulau-pulau yang terpisah tanpa disatukan oleh lautan energi…




BERKATA YANG BAIK DAN SOPAN


 Hadirin-hadirat yang berbahagia !

“Akhlaq Fadhilah (Mawas diri, perkataan yang baik).”sebelum kepada pokok penyampaian, terlebih dahulu saya akan menyampaikan beberapa definisi berkenaan dengan akhlak dan akhlak fadhilah itu sendiri.
Sebagaimana yang kita ketahui, tanpa akhlaq manusia tidak dapat menjadi hamba Allah yang hakiki. Sejarah telah membuktikan bahwasanya akhlaq telah menjadi peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebenarnya rahasia daripada naik turunnya dan tegak jatuhnya sesuatu Negara adalah tergantung kepada baik buruknya akhlak.
Seorang penyair pernah berkata :

Artinya : “Sesungguhnya bangsa-bangsa itu berdiri karena akhlak, kalau akhlak itu baik maka baiklah seluruhnya dan kalau akhlak itu rusak, maka rusaklah seluruh bangsa itu.”

Tentang akhlak yang sempurna, nabi Besar Muhammad Saw. Bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya aku telah diutus untuk menyempurnakan seluruh keluhuran akhlak.”
Jadi  salah satu maksud pokok Nabi Besar Muhammad Saw. Diutus oleh Allah Swt. Ialah untuk menegakkan akhlak yang baik. Islam tidak hanya menghendaki seseorang itu dapat menjadi contoh yang sempurna dalam akhlak yang baik saja, tetapi berkewajiban pula menjadikan orang lain supaya asyik dalam melakukan akhlak yang baik.
Hazrat khalifatul Masih II r.a. menerangkan dalam bukunya Minhaajut-Thaalibin: “Bahwa akhlak itu separo daripada agama.”
‘Allama Syibli menulis : “Agama Islam adalah nam kolektif dari 3 hal ialah : “Aqaid (kepercayaan/keyakinan), ibadah dan akhlak. (Alkalam bagian kedua).
Tokoh Islam kenamaan Hafizh Ibnu Qaiyim Jauzi menulis “ Akhlak adalah nama kedua dari agama Islam (Akhlak dan Falsafah Akhlak hal. 50). Mengenai akhlak, semua agama telah sepakat dan membenarkan bahwa tidak ada suatu agama pun yang mengjarkan dusta, penganiayaan, pencuruian, perampokkan, dan kejahatan-kejahatan lainnya sebagai suatu hal yang baik. Bahkan sebaliknya, intisari dari kekuatan-kekuatan akhlak adalah kesucian, mawas diri, kebijaksanaan, keadilan keberanian dan kasih sayang. Dan tidak ada satupun agama yang kosong dari hal tersebut, sehingga bangsa Arab yang jahil di masa dahulu juga tidak kosong dari akhlak yanagbaik, seperti : kemurahan hati, suka menolong, menjamu tamu dan kadangkala terdapat juga keinginan untuk menolong fakir miskain dan orang-orag terlantar. Jadi dapat kita simpulkan, bahwa secara dasar, setiap agama menampilkan peljaran tentang akhlak, tetapi perbedaannya adalah dalam penjelasan, penyampaian sebab musababnya dan cara-cara untuk memanfaatkannya. Dan dalam perbedaan inilah sebenarnya terletak keunggulan dan kelebihan pelajaran-pelajran Islam daripada pelajaran-pelajaran lain.

SUMBER AKHLAK DALAM ISLAM 
 
            Dasar suatu pendirian yang dapat dipercaya, dapat diterima dan dapat diterapkan adalah pendirian yang berdasarkan qaidah-kaidah dan undang-undang. Sejauh menyangkut akhlak yang dikemukakan Islam, pokok dan sumbernya yang paling authentic (dapat dipercaya) adalah Qur’an suci yang telah membebaskan dan mengeluarkan bangsa Arab dari kehidupan hewani, menjelma menjadi manusia berakhlak tinggi, manusia bertuhan bahkan meningkat menjadi manusia yang menzhirkan sifat-sifat Ilahi. Di dalam Alqur’an Suci telah dikemukakan baik secara pokok maupun secara terperinci untuk menjalankan akhlak yang baik dan meninggalkan akhlak yang buruk. Sumber kedua berkenaan dengan akhlak setelah Alqur’an adalah sunnah dan sabda-sabda Rasulullah Saw.  
            Penuntun dan pemimpin ruhani kita Nabi Besar Muhammad Saw.-lah yang mempunyai dan memilki akhlakyang sempurna dan sifat-sifat luhur yang diungkapkan oleh Tuhan dalam Qur’an Suci :

y7¯RÎ)ur 4n?yès9 @,è=äz 5OŠÏàtã ÇÈ      
“Dan Sesungguhnya engkau (Muhammad Saw.) benar-benar memiliki akhlak yang luhur.” (Al-Qalam, surah 68 : 5)
ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$# tPöquø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÈ  
Sesungguhnya bagi kamu  pada dirinya  Rasulullah Saw. adalah contoh paling baik.” (Surah 33:22)

PEMBAGIAN AKHLAK
           
Secara garis bersamanya akhlak terbagi 2:
  1. akhlak hasanah atau akhlak fadhilah atau akhlak terpuji atau disebut juga akhlakul karimah
  2. Akhlak Sayyiah atau akhlak tercela

Secara lebih khusus lagi, bagian-bagian daripada akhlak adalah :

  1. Zati akhlak (berhubungan dengan hati manusia sendiri)
  2. ‘Aili akhlak (Akhlak yang berhubungan dengan Keluarga)
  3. Umumi akhlak ( akhlak yang bersifat umum)
  4. Akhlak dalam pergaulan
  5. Akhlak yang berhubungan dengan ketatanegaraan dll.

DEFINISI AKHLAK HASANAH/AKHLAK FADHILAH

      Akhlak hasanah (akhlak yang baik), sebagian orang berpendapat bahwa kekuatan-kekuatan yang ada pada manusia disalurkan dan digunakan menurut pertimbangan akal, itu adalah akhlak yag baik. Sebagian orang lagi ada yng mengomentari bahwa akhlak yang baik itu adalah semua pekerjaan yang dilakukan oleh manusia yang mendatangkan kesenangan hakiki. Adapun yang lain mengatakan ; hakikat dari pada akhlak yang baik ialah meliputi banyak berderma dan berbuat baik, menjauhkan diri dari perbuatan yang mendatangkan rasa sakit kepada orang lain.setengah orang membahas bahwa suci, bersih, dari perbuatan tercela dan memalukan dan menghias diri dengan melakukan perbuatan-perbuatan berkesan dan istimewa, itulah akhlak yang baik. Dan sebagian orang suci lebih jauh menerpong bahwa semua pekerjaan yang dikerjakan menurut akal dan syari’at, baru dikatakn akhlak hasanah (Minhajuyt Thaalibin).
      Allama zubaidi mengutarakan bahwa akhlak itu adalah salah satu bentuk dari jiwa manusia, lalu beliau lebih lanjut berkata : “kalau keadaan dan  bentuk itu tetap berdiri pada jalan dan kaidah (peraturan) nya dan pekrjaan-pekerjaan yang dilakukan itu adalah baik dan terpuji menurut akal dan syari’at, maka itu adalah akhlak yang baik.” (Syarah Ahyaul – ‘Ulum jilid 7).
      Imam Ghazali menulis tentang definisi akhlak yang baik/akhlak fadhilah : “Yang dinamakn akhlak yang baik ialah meninggalakan semua adapt istiadat yang bruruk yang telah diuraikan dengan jelas oleh syari’at, dan meninggalkan seperti meninggalkan kotoran. Sebaliknya menjalankan seluruh adat kebiasaan yang baik begitu mantap sehingga tabi’at manusia selalu merasa tertarik dan menyukainya.”(Mizan : 47).
 Hakikat dari akhlak yang baik ialah semua amal yang dilakukan sesuai dengan akal yang sehat dan syareat. Pengamal akhlak hendaknya selalu bertekad dan berikhtiar untuk menunaikan perbuatan-perbuatanyang cocok dengan kehendak Allah Ta’ala dan pula sebagi manusia yang dapat menzahirkan sifat-sifat-Nya yang suci di dalam diri masing-masing dans ekaligus mempraktekkannya. Maka dengan itu, pekerjaan yang dilakukan persis berdasarkan sifat-sifat Ilahi. Nah itulah yang disebut akhlak yang baik.

AKHLAK HASANAH DALAM ISLAM

                Islam senantiasa mendorong manusia supaya sepenuhnya mewarnai dirinya dengan akhlak hasanah atau akhlak fadhilah, karena seluruh kemajuan rohani akan terwujud melalui akhlak yang baik. Qur’an Majid selalu mendorong dan menganjurkan untuk menjalankan akhlak yang baik dalam urusan-urusan keagamaan, finansiil, pemerintahan bahkan juga dalam urusan yang lain. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa akhlak yang baik bukan hany penting bagi rakyat biasa saja, tetapi sama pentingnya bagi pejabat-pejabat pemerintahan. Mawas diri, berkata benar dan sopan lagi baik tidak hany untuk orang biasa saja, tetapi juga penting dan perlu bagi siapapun.
            Pada kesempatan mulia ini yang akan sedikit saya tekankan adalah contoh akhlak yang berkaitan dengan menjaga lidah. Adapun untuk mawas diri yang sifatnya sedikit lebih umum, bisa disampaikan oleh pengurus dan kesempatan yang lain lagi.

BERKATA YANG BAIK DAN SOPAN

            Hadirin-hadirat yang mulia! Salah satu bagian akhlak fadhilah dari bermulut manis ialah bahwa di dalam setiap pembicaraan hendaknya memakai kata-kata yang baik dan sopan. Maksudnya, bahasanya halus, tidak mengandung fitnah dan hasutan, tidak bercampur dengan cacian dan makian, tidak berbentuk kata-kata ynag kotor lagi kasar, tidak pula kata-kata yang membual dan terlalu muluk-muluk serta tidak mengejek dan  menyudutkan orang lain.
            Inilah adalah akhlaq fadhilah yang kaitannya dengan bermulut manis. Jika akhlaq ini ditampilkan dengan ikhlas dan hati yang suci, maka hal ini akan menjadi pendorong utama bagi lajunya misi pertablighan. Semua halangan yang menghambat kemajuan tabligh akan tersibak, Insya Allah kebenaran akan tersebar dan seluruh permusuhan akan lenyap. Terlebih lagi bagi orang yang tadinya merasa jijik, enggan dan benci terhadap Ahmadiyah insya Allah akan merasa bahagia masuk ke dalam Jemaat Ahmadiyah. Benarlah apa yang dikatakan oleh pepatah “ Mulut manis mematahkan tulang.”
            Kalau kita baca sejarah nabi Besar Muhammad Saw. maka kita akan mendapat bagian akhlak ini yang sangat menonjol pada diri Rasululah Saw. dan unsure akhlaq ini pulalah yang mendorong bangsa Arab yang fanatic dank eras masuk dalam agama Islam. Tentang bagian akhlaq Rasulullah Saw. yang jitu  ini diungkapkan pula oleh Allah Ta’ala dalam kandungan Al-Qur’an sebagaimana Firman-Nya :
$yJÎ6sù 7pyJômu z`ÏiB «!$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xáÎ=xî É=ù=s)ø9$# (#qÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã öÏÿøótGó$#ur öNçlm; öNèdöÍr$x©ur Îû ͐öDF{$# ( #sŒÎ*sù |MøBztã ö@©.uqtGsù n?tã «!$# 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä tû,Î#Ïj.uqtGßJø9$# ÇÊÎÒÈ       
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau (Muhammad) Bersikap lemah lembut terhadap mereka. Dan jika Sekiranya engkau  bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekeliling engkau. ( Surah 3: 160).
            Sebagimana yang saya jelaskan tadi, tanda bermulut manis ialah jangan mengeluarkan  kata-kata yang  kotor, keji dan jangan mencaci maki. Hal ini sangatlah penting, sebagaimana yang kita ketahui, bahwa kebenaran yang disuguhkan oleh Jemaat Ahmadiyah kepada dunia masih dirasa asing oleh orang-orang, belum dikenal, bahkan sebagian manusia mengatakan palsu, yang lebih ekstrim lagi beranggapan Ahmadiyah harus dikikis habis. Hadirin…! Tentu saja apabila kita menyampaikan kebenaran Ahmadiyah kepada khalayak ramai, terkadang ada saja dan tidak mustahil diantara mereka mengeluarkan kata-kata kotor bahkan fitnahan sebagai respon yang tidak baik. Lalu. Bagaimanakh sikap kita sewaktu mengetahui dan mendengarnya? Apakah harus kita balas dengan kata-kata yang kotor dan kasar juga? Tidak, tidak begitu.Mengapa? karena itu bukanlah bagian daripada akhlaq Fadhilah. Janganlah “air tuba dibalas dengan air tuba lagi, tetapi balaslah Air tuba itu dengan air Susu.”
            Hazrat Aqdas Masih Mau’ud as. Jauh-jauh sebelumnya telah memberikan bimbingan-bimbingan kepada anggota Jema’at agar membalas semua keburukan dengan kebaikan. Dalam suatu kesempatan beliau bersabda :
“ Adalah mazhab (cara) kita bahwa berbuat kebaikan kepada orang yang berbuat keburukan terhadap kita.kalau orang yang berbuat keburukan kepadaku itu minta pertolongan kepada aku, maka aku akan senang hati menolongnya.Aku selalu menegingatkan kalian, perlihatkanlah lemah-lembut kepada manusia dan juga berdo’alah kepada Alaah Swt. Ingat ! do’a kamu tidak akan diterima oleh Allah kalau kamu tidak menjadi orang Muttaqi. Bersimpati lah kamu kepada umat manusia! Kebaikan itu bukan saja ditujukan kepada anak keturunan kalian, tetapi juga kepada semua keturunan Adam, baik itu orang Kristen, Hindu maupun yan lainnya. Sepanjang kamu memperlihatkan kerendahan sikap dan kata, selama itu pula Allah akan senang dan rindu kepada kamu. (Sinar Islam Maret 1979 h. 32).
            Hadirin………..lemah lembut dan ucapan yang baik adalah sebagai penunjang uang baik untuk lebih mencerahkan suasana masyarakat yang harmonis. Unsure penunjang ini telah difirmankan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an :

øŒÎ)ur $tRõs{r& t,»sVÏB ûÓÍ_t/ Ÿ@ƒÏäÂuŽó Î) Ÿw tbrßç7÷ès? žwÎ) ©!$# Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $ZR$|¡ômÎ) ÏŒur 4n1öà)ø9$# 4yJ»tGuŠø9$#ur ÈûüÅ6»|¡uKø9$#ur (#qä9qè%ur Ĩ$¨Y=Ï9 $YZó¡ãm (#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qŸ2¨9$# §NèO óOçFøŠ©9uqs? žwÎ) WxŠÎ=s% öNà6ZÏiB OçFRr&ur šcqàÊ̍÷èB ÇÑÌÈ  
83. dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.



KEJUJURAN

            Pada  umumnya yang diartikan kejujuran adalah berkata benar, namun menurut tinjauan Islam sangat luas sekali. Perbaikan pada setiap ucapan dan amal manusia dinamakan ketulusan dan kejujuran. Yakni penyesuaian antara hati dengan lidah. Hal ini adalah poko dan penting. Agama dan falsafah kedua-duanya sama membenarkan kepentingannya. Ini adalah kejujuran apabila manusia-manusia berkata benar, selamanya berpegang teguh dan berpaut kepadanya. Tanpa kejujuran mustahil untuk menjalin hubungan baik, kerjasama atau hidup berjama’ah. Allah Ta’ala berkali-kali memerintahkan untuk berkata jujur dan benar :

$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# (#qçRqä.ur yìtB šúüÏ%Ï»¢Á9$# ÇÈ  
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bergabung dengan  orang-orang yang benar.” (surah At-Taubah / 9:119)

Menurut Rasulullah Saw. kejujuran itu adalah sebagi pengantar masuk ke dalam surga. Beliau bersabda :



Artinya “ Sesungguhnya kejujuran dan kebenaran itu membimbing kepada kebaikan dan sesugguhnya kebaikan itu mengantar ke alam  surga.”

            Baik juga diperhatikan bahwa yang dimaksud kebenaran bukanlah mengemukakan dengan betul sesuatu kejadian atau pendapat, tetapi yang dimaksud dengan kebenaran ialah : ketulusan dalam niat, kemauan, ucapan dan amal yang benar. 

khutbah jum'at-Ku..