Riwayat menarik yang sering
kita dengar yang sebetulnya dikutip dari penyataan seorang penentang Hz Masih
Mauud yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut yang bernama Meer Hasan
Shahib, beliau adalah salah satu penentang yang terpaksa harus mengakui
ketakwaan dan keluhuran akhlak Hz Masih Mauud as, dikutip dari buku Siratul
Mahdi.Meer Hasan Shahib menuturkan:”
Tidak diragukan lagi bahwa
Mirza Shahib (Hz Masih Mauud as) selalu menjadi yang terdepan dalam masalah
keagamaan (kerohanian), bahkan telah terbukti pula dihadapan orang-orang yang
hadir pada saat itu bahwa (selain masalah keagamaan), secara jasmani pun,
beliau telah memenangkan lomba adu kecepatan berlari. lengkapnya sebagai berikut:
Suatu ketika, setelah kantor
pengadilan tutup dan para staff pun mulai beranjak untuk pulang kerumah masih
masing,secara tidak diduga, mulailahtopic pembicaraan mengenai lomba adu
kecepatan berlari. Setiap orang mengklaim bahwa dirinyamampu berlari dengan
cepat, sampai pada akhirnya seorang yang bernama Balla Singh (non muslim)
mengklaim bahwa akulah yang akan menjadi juara dalam adu kecepatan lari. Mirza
Shahib bersabda:”Ayo kita beradu kecepatan lari, nanti akan diketahui siapa
yang paling cepat” Akhirnya Syeikh Ilah Dad ditetapkan sebagai juri dalam
perlombaan tersebut dan dbuatlah peraturan bahwa setiap peserta
perlombaan,harus berlari dengan tidak beralaskan kaki mulai dari sini sampai
jembatan yang menjadi pembatas antara jalan pengadilan dengan kota. Ditunjuklah
seseorang untuk mengumpulkan sandal dan sepatu para peserta danada juga yang
diminta untuk menunggu di jembatan sebagai saksi,peserta yang mana yang sampai
ke jembatan paling awal. Mirza Shahib mengambil start bersamaan dengan Balla
Singh sedangkan peserta lain megikuti dari belakang dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di jembatan, terbuktilah bahwa Mirza Shahiblahyang menjadi pemenang
adu kecepatan lari tersebut sedangkan Balla Singh tertinggal dibelakang.
(Siratul Mahdi Bagian pertama halaman 253
riwayat nomor 280)
Terjemah bebas: Mahmud Wardi
Riwayat initerjadi sebelum pendakwaan beliau as.
Menasihatkan kepada kita bahwa Tidak hanya dalam urusan agama, bahkan untuk
urusan jasmanipun, Hazrat Masih Mauud as tidak mau ketinggalan dari saudara-saudara
non muslim. Hal ini membuktikan bagaimana gejolak kecintaan beliau terhadap
Islam dan semangat beliau untuk selalu membela dan mengangkat Islam kebarisan
terdepan dalam setiap kesempatan. Beliau tidak akan tahan mendengar perkataan
orang lain yang membuat image Islam lemah dibanding agama lain atau orang Islam
itu sendiri kalah oleh orang non muslim baik dalam hal rohani maupun jasmani
sekalipun. Mudah mudahan bisa memotivasi kita semua sebagai putra putri rohani
beliau as.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar