Saudara & saudari Seiman-ku, Mari kita buka mata hati Kita, sudahkah
diri ini sadar, bahwa kita benar-benar sementara di dunia ini. Bisakah kita
merenungkannya sedalam-dalamnya, apa yang telah kita capai, apa yang telah kita
perbuat selama ini. Pernahkah kita melihat diri kita sendiri, melihat
kekurangan yang kita miliki, serta dosa-dosa yang telah kita lakukan.
ALLAH..........kita hanya sementara berada di dunia ini. Renungkanlah
wahai saudara dan saudariku, pernahkah kita benar-benar memahami hidup ini.
Jika sekejap saja kita telah lupa oleh kenikmatan dunia yang fana ini, kita
terpedaya oleh duniawi ini, bahwa sesungguhnya Kita akan menghadap kehadirat
ALLAH , siapkah kita?sanggupkah kita? cukupkah bekal kita??ALLAH... renungkanlah sedalam-dalamnya . Kematian datang tak menunggu taubat
kita, kematian datang dengan tiba-tiba dan kematian sungguh sangat dekat.
Marilah saudara dan saudariku, marilah diri ini mengajak...untuk kita selalu
merenungkan hidup ini. Jadilah kita hamba-Nya yang diridhoi oleh-Nya, Iman dan
takwa ini yang menentukan kita di akhirat kelak. Hidup hanya mampir sebentar,
yaitu hanya untuk mencari bekal untuk kita di akhirat kelak.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." (Ali 'Imrân [3] : 185)
"Katakanlah 'sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu" (Al-Jumu'ah [62] : 8)
"Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah kembali(mu)." (Al-Alaq [96] : 8)
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkanya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukanya." (Al-A'raf [5] : 34)
Hidup di dunia ini hanyalah sementara, kehidupan di ahiratlah sebenar-benarnya hidup. Ini bukti firman Allah yang sungguh nyata.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." (Ali 'Imrân [3] : 185)
"Katakanlah 'sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu" (Al-Jumu'ah [62] : 8)
"Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah kembali(mu)." (Al-Alaq [96] : 8)
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkanya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukanya." (Al-A'raf [5] : 34)
Hidup di dunia ini hanyalah sementara, kehidupan di ahiratlah sebenar-benarnya hidup. Ini bukti firman Allah yang sungguh nyata.
saya teringat ucapan Bpk. H Mohammad raffi. beliau mengatakan,
Hidup itu jangan seimbang (dunia & akhirat) .beliau mengibaratkan kehidupan itu seperti halnya 2 kaki yang menaiki sebuah kapal perahu. yakni kaki kanan naik di perahu A (dunia) dan kaki kiri naik di perahu B (Akhirat). jika kedua-duanya menaiki perahu itu kemudian ditengah laut misal terjadi arus yang sangat dasyat. apa yang akan terjadi? kemungkinan terbesar ialah kita akan terjerumus ditengah 2 kapal itu. jadi mari kita perbanyak bekal buat kehidupan di Akhirat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar