Dalam ceramahnya pada kesempatan jalsah UK 2011, Imam
Mesjid Fazl London dan Missionary Incharge Shahib Ataul Mujeeb Rashid Shahib menjawab
beberapa keberatan yang dilontarkan kepada pendiri jemaat Ahmadiyah Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad as. Diantaranya:
Salah
satu keberatan yang sangat sering di lontarkan yakni Mirza Shahib pernah berguru
kepada orang lain.Sebenarnya keberatan yang mereka lontarkan berdasar pada
pemahaman bahwa mereka yang diutus
sebagai nabioleh AllahTa’ala, tidaklah berguru pada orang lain dan tidak
juga menuntut ilmu dari siapapun, tapi Mirza Shahib (Hz Mirza Ghulam Ahmad) pernah
berguru pada sekian guru.
Imam
Shahib menjawab: Sebenarnya keberatan ini adalah sebagai contoh dari kebodohan
semata. Pendapat pertama sang mu’taridl
(penyampai keberatan) sendiri jelas-jelaskeliru yang menyatakan bahwa nabi
tidak berguru pada siapapun dan tidak juga menimba ilmu dari siapapun. Para mu’taridlin itu telah lupa bahwa diantara
sekian nabi,Rasulullah SAW lah satu-satunya nabi yang memiliki keistimewaan
khususmendapatkan julukan nabi ummi.
Jika kekhususan inipun diberikankepada nabi-nabi lainnya, maka hilanglahtanda
keistimewaandan kekhususan Hazrat Rasulullah SAW itu.
Adalah
kebodohan para penentang yang demi untuk menjadikan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad
sebagai sasaran keberatannya,mereka telahmencampur adukkan keistimewaan khusus yang
Allah Ta’ala anugerahkan kepada nabi kita SAW itu dengan nabi nabi lainnya. Ini
adalah keberatan pribadi semata yang jelas terbukti keliru jika ditinjau dari faktasejarah.
Dalam Quran Majid terdapat permisalan riwayat
HazratMusa as begitu juga dalambukhari syarif disebutkan berkenaan dengan Hazrat
Ismail as “Ta’allamal aroobiyyata minhum”
bahwa beliau pernah belajar bahasa arab dari suatu kabilah,
terpelajar
bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan maqam nabi. Dalam hadits-hadits dan
tafsir-tafsir telah dijelaskan berkenaan dengan bagaimana terpelajarnya Hazrat
Musa, Hazrat Daud, hazrat Sulaiman, Hazrat Isa dan Hazrat Idris as. Walhasil,dengan
mengatakan bahwa nabi tidak berguru kepada siapapun adalah sesuatu yang memperlihatkan
kebodohan diri sendiri.
Perlu
diketahui bahwa Hazrat Mirza GhulamAhmad as tidak pernah menuntut ilmudi
suatusekolah atau college secara regular. Hanya mempelajari keilmuan dasar
berkenaan dengan Al-Qur’an majid, sharaf nahwu, ilmu mantiq dan pelajaran dasar
berkenaan dengan hikmah.Tapi berkenaan dengan perkara keruhanian, Tuhan beliaulahyang
menjadi Muallim (guru) hakiki bagi beliau as. Tuhan sendirilahyang telah
menugerahkan pemahaman yang mendalam berkenaan dengan Al-Qur’an Majid dan khazanah
ilmu makrifat.Disebabkan oleh keberkatan sastus sebagai murid Rasulullah lah
sehingga Allah Ta’ala membukakanseluruh rahasia keruhanian kepada Mirza Shahib.
Beliau as
bersabda:” Pada hakikatnya saya tidak memiliki guru.Apapun yang saya dapatkan,
semuanya berasal dari dargah Muhammad Arabi SAW.
Terjemah bebas: Mahmud Wardi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar