Jumat, 09 Mei 2014

KEBERATAN: MIRZA GHULAM AHMAD PERNAH BERGURU KEPADA ORANG LAIN?


Dalam ceramahnya pada kesempatan jalsah UK 2011, Imam Mesjid Fazl London dan Missionary Incharge Shahib Ataul Mujeeb Rashid Shahib menjawab beberapa keberatan yang dilontarkan kepada pendiri jemaat Ahmadiyah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. Diantaranya:

Salah satu keberatan yang sangat sering di lontarkan yakni Mirza Shahib pernah berguru kepada orang lain.Sebenarnya keberatan yang mereka lontarkan berdasar pada pemahaman bahwa mereka yang diutus  sebagai nabioleh AllahTa’ala, tidaklah berguru pada orang lain dan tidak juga menuntut ilmu dari siapapun, tapi Mirza Shahib (Hz Mirza Ghulam Ahmad) pernah berguru pada sekian guru.
Imam Shahib menjawab: Sebenarnya keberatan ini adalah sebagai contoh dari kebodohan semata. Pendapat pertama sang mu’taridl (penyampai keberatan) sendiri jelas-jelaskeliru yang menyatakan bahwa nabi tidak berguru pada siapapun dan tidak juga menimba ilmu dari siapapun. Para mu’taridlin itu telah lupa bahwa diantara sekian nabi,Rasulullah SAW lah satu-satunya nabi yang memiliki keistimewaan khususmendapatkan julukan nabi ummi. Jika kekhususan inipun diberikankepada nabi-nabi lainnya, maka hilanglahtanda keistimewaandan kekhususan Hazrat Rasulullah SAW itu.
Adalah kebodohan para penentang yang demi untuk menjadikan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai sasaran keberatannya,mereka telahmencampur adukkan keistimewaan khusus yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada nabi kita SAW itu dengan nabi nabi lainnya. Ini adalah keberatan pribadi semata yang jelas terbukti keliru jika ditinjau dari faktasejarah.
 Dalam Quran Majid terdapat permisalan riwayat HazratMusa as begitu juga dalambukhari syarif disebutkan berkenaan dengan Hazrat Ismail as “Ta’allamal aroobiyyata minhum” bahwa beliau pernah belajar bahasa arab dari suatu kabilah,
terpelajar bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan maqam nabi. Dalam hadits-hadits dan tafsir-tafsir telah dijelaskan berkenaan dengan bagaimana terpelajarnya Hazrat Musa, Hazrat Daud, hazrat Sulaiman, Hazrat Isa dan Hazrat Idris as. Walhasil,dengan mengatakan bahwa nabi tidak berguru kepada siapapun adalah sesuatu yang memperlihatkan kebodohan diri sendiri.
Perlu diketahui bahwa Hazrat Mirza GhulamAhmad as tidak pernah menuntut ilmudi suatusekolah atau college secara regular. Hanya mempelajari keilmuan dasar berkenaan dengan Al-Qur’an majid, sharaf nahwu, ilmu mantiq dan pelajaran dasar berkenaan dengan hikmah.Tapi berkenaan dengan perkara keruhanian, Tuhan beliaulahyang menjadi Muallim (guru) hakiki bagi beliau as. Tuhan sendirilahyang telah menugerahkan pemahaman yang mendalam berkenaan dengan Al-Qur’an Majid dan khazanah ilmu makrifat.Disebabkan oleh keberkatan sastus sebagai murid Rasulullah lah sehingga Allah Ta’ala membukakanseluruh rahasia keruhanian kepada Mirza Shahib.
Beliau as bersabda:” Pada hakikatnya saya tidak memiliki guru.Apapun yang saya dapatkan, semuanya berasal dari dargah Muhammad Arabi SAW.

Terjemah bebas: Mahmud Wardi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar