Kamis, 08 Mei 2014

ADU KECEPATAN BERLARI ANTARA HZ MIRZA SHAHIB
DENGAN NON MUSLIM

Riwayat menarik yang sering kita dengar yang sebetulnya dikutip dari penyataan seorang penentang Hz Masih Mauud yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut yang bernama Meer Hasan Shahib, beliau adalah salah satu penentang yang terpaksa harus mengakui ketakwaan dan keluhuran akhlak Hz Masih Mauud as, dikutip dari buku Siratul Mahdi.Meer Hasan Shahib menuturkan:”

Tidak diragukan lagi bahwa Mirza Shahib (Hz Masih Mauud as) selalu menjadi yang terdepan dalam masalah keagamaan (kerohanian), bahkan telah terbukti pula dihadapan orang-orang yang hadir pada saat itu bahwa (selain masalah keagamaan), secara jasmani pun, beliau telah memenangkan lomba adu kecepatan berlari. lengkapnya sebagai berikut:

Suatu ketika, setelah kantor pengadilan tutup dan para staff pun mulai beranjak untuk pulang kerumah masih masing,secara tidak diduga, mulailahtopic pembicaraan mengenai lomba adu kecepatan berlari. Setiap orang mengklaim bahwa dirinyamampu berlari dengan cepat, sampai pada akhirnya seorang yang bernama Balla Singh (non muslim) mengklaim bahwa akulah yang akan menjadi juara dalam adu kecepatan lari. Mirza Shahib bersabda:”Ayo kita beradu kecepatan lari, nanti akan diketahui siapa yang paling cepat” Akhirnya Syeikh Ilah Dad ditetapkan sebagai juri dalam perlombaan tersebut dan dbuatlah peraturan bahwa setiap peserta perlombaan,harus berlari dengan tidak beralaskan kaki mulai dari sini sampai jembatan yang menjadi pembatas antara jalan pengadilan dengan kota. Ditunjuklah seseorang untuk mengumpulkan sandal dan sepatu para peserta danada juga yang diminta untuk menunggu di jembatan sebagai saksi,peserta yang mana yang sampai ke jembatan paling awal. Mirza Shahib mengambil start bersamaan dengan Balla Singh sedangkan peserta lain megikuti dari belakang dengan kecepatan sedang. Sesampainya di jembatan, terbuktilah bahwa Mirza Shahiblahyang menjadi pemenang adu kecepatan lari tersebut sedangkan Balla Singh tertinggal dibelakang.

(Siratul Mahdi Bagian pertama halaman 253 riwayat nomor 280)
Terjemah bebas: Mahmud Wardi 

Riwayat initerjadi sebelum pendakwaan beliau as. Menasihatkan kepada kita bahwa Tidak hanya dalam urusan agama, bahkan untuk urusan jasmanipun, Hazrat Masih Mauud as tidak mau ketinggalan dari saudara-saudara non muslim. Hal ini membuktikan bagaimana gejolak kecintaan beliau terhadap Islam dan semangat beliau untuk selalu membela dan mengangkat Islam kebarisan terdepan dalam setiap kesempatan. Beliau tidak akan tahan mendengar perkataan orang lain yang membuat image Islam lemah dibanding agama lain atau orang Islam itu sendiri kalah oleh orang non muslim baik dalam hal rohani maupun jasmani sekalipun. Mudah mudahan bisa memotivasi kita semua sebagai putra putri rohani beliau as.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar