Sarana ruhani dan jasmani
Kalau ada yang bertanya mengapa ada doa
yang tidak dikabulkan dan tidak
nampak efeknya
secara nyata, aku akan mengatakan bahwa keadaannya sama
juga dengan
pengobatan kedokteran. Apakah yang namanya obat kedokteran
bisa menutup gerbang kematian, apakah
tidak mungkin obat ini gagal dalam
pemanfaatannya?
Namun meski demikian, apakah lalu orang akan menyangkal
pengaruhnya?
Memang benar bahwa yang namanya takdir itu melingkupi
segalanya, namun
takdir juga tidak akan mensia-siakan atau mengingkari
pengetahuan, tidak
juga menjadikan sarana-sarana menjadi tidak berguna.
Perenungan yang
mendalam akan memperlihatkan bahwa sarana jasmani dan
sarana ruhani tidak
berada di luar takdir. Sebagai contoh, jika nasib seorang
pasien nyatanya
bagus, maka sarana guna memperoleh pengobatan yang tepat
akan menjadi
tersedia dan tubuhnya akan memanfaatkan sarana tersebut.
Dalam keadaan
demikian maka pengobatan menjadi amat efektif. Hal yang
sama juga berlaku
dalam berdoa. Semua sarana dan kondisi bagi pengabulan
doa akan muncul
saat rancangan Ilahi mengarah kepada pengabulan. Allah
yang Maha Agung
telah mempertautkan sistem phisikal dan spiritual dalam
urutan rantai
kausa dan efek yang sama.
Adalah suatu
kesalahan besar di pihak Sayid Sahib bahwa ia mengakui
keberadaan sistem
phisikal tetapi mengingkari sistem spiritual. Rasanya juga
perlu ditambahkan
di sini bahwa jika Sayid Sahib tidak bertobat atas
pandangannya yang
salah dan ia meminta bukti dari pengabulan doa, maka
aku ini sudah
ditugaskan Tuhan untuk mengusir kesalah-pahaman demikian.
Aku berjanji bahwa
aku akan memberitahukan di muka kepada yang
bersangkutan
mengenai pengabulan doa-doaku dan akan menerbitkannya
berupa cetakan,
dengan syarat Sayid Sahib berjanji merubah pandangannya
setelah
menyaksikan hasil pernyataanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar