Kamis, 30 Mei 2013

Sarana ruhani dan jasmani


Sarana ruhani dan jasmani

Kalau ada yang bertanya mengapa ada doa yang tidak dikabulkan dan tidak
nampak efeknya secara nyata, aku akan mengatakan bahwa keadaannya sama
juga dengan pengobatan kedokteran. Apakah yang namanya obat kedokteran
bisa menutup gerbang kematian, apakah tidak mungkin obat ini gagal dalam
pemanfaatannya? Namun meski demikian, apakah lalu orang akan menyangkal
pengaruhnya? Memang benar bahwa yang namanya takdir itu melingkupi
segalanya, namun takdir juga tidak akan mensia-siakan atau mengingkari
pengetahuan, tidak juga menjadikan sarana-sarana menjadi tidak berguna.
Perenungan yang mendalam akan memperlihatkan bahwa sarana jasmani dan
sarana ruhani tidak berada di luar takdir. Sebagai contoh, jika nasib seorang
pasien nyatanya bagus, maka sarana guna memperoleh pengobatan yang tepat
akan menjadi tersedia dan tubuhnya akan memanfaatkan sarana tersebut.
Dalam keadaan demikian maka pengobatan menjadi amat efektif. Hal yang
sama juga berlaku dalam berdoa. Semua sarana dan kondisi bagi pengabulan
doa akan muncul saat rancangan Ilahi mengarah kepada pengabulan. Allah
yang Maha Agung telah mempertautkan sistem phisikal dan spiritual dalam
urutan rantai kausa dan efek yang sama.
Adalah suatu kesalahan besar di pihak Sayid Sahib bahwa ia mengakui
keberadaan sistem phisikal tetapi mengingkari sistem spiritual. Rasanya juga
perlu ditambahkan di sini bahwa jika Sayid Sahib tidak bertobat atas
pandangannya yang salah dan ia meminta bukti dari pengabulan doa, maka
aku ini sudah ditugaskan Tuhan untuk mengusir kesalah-pahaman demikian.
Aku berjanji bahwa aku akan memberitahukan di muka kepada yang
bersangkutan mengenai pengabulan doa-doaku dan akan menerbitkannya
berupa cetakan, dengan syarat Sayid Sahib berjanji merubah pandangannya
setelah menyaksikan hasil pernyataanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar