Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bapak shohibul hajat yang kami hormati. Bapak-bapak serta para hadirin undangan sekalian yang berbahagia!
Pada siang hari yang penuh dengan kebahagiaan ini marilah kita
bersama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.
Lantaran tidak berhenti-hentinya rohmat, hidayat serta inayat-Nya yang
dilimpahkan kepada kita semua, sehingga dengan adanya ni’mat-ni’mat
Allah itu kita semua mamsih bisa merasakan segarnya air, angin atau
udara, dan masih bisa berasakan panasnya matahari.
Selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah semoga sholawat serta salam
tetap tercurahkan kepada jungjungan Nabi Muhammad Saw. Kepada
keluarganya, para sahabatnya serta semua orang yang mengikuti
ajaran-ajarannya.
Hadirin sekalian yang berbahagia!
Perkenankanlah kami berdiri di muka hadirin sekalian ini adalah mewakili
dari rombongan pengantar penganten putra. Dalam mewakili rombongan
penganten putra ini ada beberapa hal yang kami sampaikan.
Pertama : kami atas nama seluruh rombongan pengantar pengantern putra
mohon maaf yang sebesar besarnya apabila ada tingkah laku yang kurang
sopan atau tidak sesuai dengan adat yang berlaku disini, atau yang
berupa kata-kata yang kurang berkenan di hati para hadirin atau
keluarga masyarakat
desa......................................................
Kedua kami atas nama keluarga dari penganten putra yaitu bapak Sapuan
sekeluarga menyampaikan salam kepada keluarga penganten putri yaitu
bapak kasdarani. Adapun salam yang disampaikan itu adalah salam
persaudaraan ukhuwwah islamiyah, yakni ASSALAMU ‘ALAIKUM WAROHMATULLOHI
WABAROKAATUHU.
Disamping bapak Sapuan sekeluarga menyampaikan salam kepada keluarga
penganten putri disini, juga menitipkan putranya yang tidak
berpengalaman dalam rumah tangga ini dianggap sebagai anaknya sendiri,
untuk itu janganlah segan –segan apabila ada kesalahan atau kekeliruan
dari anak marwan ini diluruskan, agar jalan yang dilaluinya dalam
menempuh hidup berumah tangga ini tiada ganjalan atau rintangan yang
dapat merenggangkan keakraban keluarga disini.
Ketiga, kami atas nama rombongan pengantar penganten putra sekaligus
teman akrabnya menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan masalah
perkawinan ini, mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya.
Saudara marwan..........................hari ini tanggung jawabmu di
hadapan Allahbertambah yaitu dengan kehadiran istri setiamu yang selalu
mendampingimu. Istri yang berada disampingmu itu adalah amanat yang
harus kamu jaga dengan sebaik-baiknya. Dalam al-quran telah ditegaskan
oleh Allah supaya para suami itu berbuat baik kepada keluarga istrinya (
utamanya istri sendiri ).
“WA ‘AASYIRUUHUNNA BIL MA’RUFI”
Artinya:
“dan pergauilah istri-istrimu dengan baik ( wahai para suami)”.
Pada waktu haji wada’ ( haji perpisahan) Rosulullah SAW. Bersabda
dihadapan para sahabatnya: ingatlah wahai kaumku , terimalah pesanku
untuk berbuat baik kepada para istri, istri-istri itu hanyalah dapat
diumpakan kawanmu yang berada di sampingmu, kamu tidak memiliki apa-apa
dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau istri-istri itu
melakukan perbuatan keji yang jelas (misalnya membangkang/tidak mau
taat) maka tinggalkanlah mereka sendirian di tempat tidur (supaya
kesepian) dan pukulah mereka dengan pukulan yang tidak melukai (misalnya
memukul pada bagian paha, betis, dan lain sebagainya). Kalau
istri-istri itu sudah taat kepadamu maka janganlah kamu mencari alasan
untuk menyusahkan mereka. Ingatlah! Sesungguhnya kami mempunyai
kewajiban terhadap istri-istrimu dan sesungguhnya istri-istrimu
mempunyai itu mempunyai kewajiban –kewajiban terhadap dirimu. Kemudian
kewajiban-kewajiban istri-istri terhadap dirimu ialah mereka tidak boleh
mempersilakan tempat tidurmu diinjak oleh orang yang kami benci, dan
mereka tidak boleh mengijinkan masuk kerumahmu kepada orang yang kamu
benci. Ingatlah! Kewajibanmu terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani
mereka dengan baik dalam soal pakaian dan makanan. Dan tegaskan dalam
hadist yang lain mengenai kewajiban seorang suami terhadap
istri-istrinya yaitu:
“HAQQUL MAR-ATI’ALAZ ZAUJI AN YUTH’IMAHAA IDZAA THO’IMA WAYAKSUUHAA
IDZAKTASAA WALAA YADLIRIBAL WAJHA WALAA YAQBIIHA WALAA YAHJU-RO ILLAA
FIL MABAITI”.
Artinya:
“ kewajiban seorang suami terhadap istrinya ialah suami harus member
makan kepadanya jika ia sendiri makan, dan member pakaian kepadanya jika
ia sendiri (suami) berpakaian, dan tidak boleh memukul wajahnya dan
tidak boleh memperolok-olok dia, dan juga tidak boleh meninggalkannya
kecuali dalam tempat tidur (ketika istri membangkang)”
Dengan merunjuk dari hadist-hadist Rosulullah SAW. Di atas bahwa, bahwa
seorang suami itu selaku kepala keluarga dari rumah tangga yang
dibinanya, haruslah dituntut untuk berahlak dengan akhlak yang mulia,
sebab dengan ahklak yang mulia sebagai pertanda telah sempurna imannya.
Dalam hal ini Rosululloh saw. Bersabda:
INNA MIN AKMALIL MUKMINIINA IMAANAN AHSANUHUM KHULUQON WA-ALTHOFUHUM BI-AHLIHI”.
Artinya:
Sesungguhnya yang termasuk golongan mu’min yang paling sempurna imannya
ialah mereka yang baik budi pekertinya,dan mereka yang lebih halus dalam
mempergauli keluarganya(istri,anak-anaknya dan para kerabatnya)”.
“KHOIRUKUM KHOIRUKUM LI-AHLIHI WA-ANAA KHOIRUKUM LI-AHLII.
Artinya:
Orang yang terbaik dari kalian ialah mereka yang lebih baik dari kami di
dalam mempergauli keluarganya, dan saya (kata Nabi) adalah orang yang
terbaik dari kaum sekalian dalam mempergauli keluargaku”.
Sekali lagi kami atas nama teman akrab member pesan kepada sauadara
Marwan, bahwa kini adalah telah mempunyai tanggung jawab yang baru yaitu
berupa istri kamu, untuk itu jagalah ia sebaik-baiknya, tunaikanlah
segala hak-haknya, dan pergauilah ia dengan pergaulan yang ma’ruf. Mudah
– mudahan apa yang kami sampaikan dalam sambutan ini ada guna dan
manfaatnya bagi kita semua penganten yang sudah tua-tua, khususnya bagi
penganten baru yaitu saudara Marwan bersama istri………………………………………….
Terima kasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangan dan kehilafannya.
IHDINASH SHIROOTHOOL MUSTAQIIM , WABILLAHIT TAUFIK WAL HIDAYAT WASSALAMU ‘ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar