Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan Saudara-Saudara sekalian yang saya hormati.
Pertama kali, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat yang
tiada terhingga kepada Allah swr, karena Dia telah memberi kita karunia
dan nikmat yang sangat besar. Karunia dan nikmat itu ialah umur yang
panjang, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang luang sehingga kita
semua bisa menghadiri acara….. Tanpa ijin dari Allah tak mungkin kita
bisa hadir dan bermuwajahah ditempat ini.
Kedua kalinya,semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap silimpahkan
Allah kepada panutan kita semua,yakni Rasulullah saw. Berikut para
keluarganya, para sahabatnya, para ulama-ulama dan segenap pengikutnya.
Umat islam sekalian. Amiin.
Para hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan kali ini ijinkanlah saya menyampaikan hadist rasulullah
yang artinya, “Dengki dan Hasud keduanya dapat menghapuskan kebaikan
seperti api membakar kayu.”
Sifat hasud adalah sifat iri hati kepada orang lain. Adapun iri hati
ialah merasa tidak rela kenikmatan Allah dirasakan orang lain sehingga
ia menjadi benci,sifat ini sangat berbahayakarena dapat menghancurkan
amal kebaikan. Orang yang senantiasa berbuat baik, misalnya tekun
menjalankan shalat dan sedekah, namun jika dihatinya memiliki sifat
dengki dan iri hati,maka rusaklah amal kebaikan yang dilakukan.
Para hadirin rahimahumullah,
Dalam hadist lain Rasululllah saw. Juga bersabda, “Ada tiga perkara yang
tidak akan selamat darinya, yaitu prasangka buruk, hasud(iri hati) dan
khawatir tidak mendapat sesuatu.” Kemudian sahabat bertanya, “ya Rosul,
bagaimana cara menyelamatkan diri dari tiga sifat itu?”Rosulullah
menjawab, “jika didalam hatimu ada rasa iri hati, maka janganlah kau
turuti,jika kau memiliki prasangka buruk kepada seseorang, maka
janganlah kou selidiki sampai terbukti. Dan jika di dalam hatimu ada
kekhawatiran tidak mendapatkan kebaikan, maka beusahalah sampai
tercapai.
Para hadirin yang berbahagia,
Ketika dihati kita terdapat rasa iri hati maka hendaknya janganlah
diwujudkan menjadi kenyataan. Sebab jika kita dapat menahan rasa iri
hati itu, maka Allah akan memaafkan. Artinya, selama iri hati itu, belum
dilakukan, maka masih ada ampunan atas dosa tersebut. Dan ketika kita
berprasangka buruk, maka janganlah kita mencari-cari terhadap kabar atau
suara burung yang kita dengarkan. Agar niat untuk menyelidiki itu tidak
terwujudkan.
Sebagai seorang muslim, maka hendaklah kita saling menyayangi sesama
manusia, jangan saling iri hati dan jangan pula menipu, Hal ini telah
ditegaskan dalam sabda nabi saw. “janganlah saling membenci, saling
menghasud, dan jangan pula menipu, (pura-pura menawarkan barang untuk
menjatuhkan yang lain), jadilah Hamba Allah yang akur”(bersaudara).”
Para hadirin yang diarhmati Allah,
Orang yang mempunyai kebiasaan iri hati kepada sesamanya, maka ia akan
ditimpa lima bencana yaitu:yaitu hatinya tidak bisa tenang namun selalu
kacau. Ia ditimpa cobaan yang tidak mendapatkan pahala.semua cobaan
Allah itu akan diganti dengan pahala, kecuali yang menimpa terhadap
orang yang iri hati. Kemudian orang yang iri hati akan mendapatkan murka
dari Allah dan tidak mendapatkan Taufiq dariNya.
Sesungguhnya kenikmatan dari Allah yang diterima seseorang itu akan
dicintai oleh musuhnya. Adapun musuh yang dimaksudkan ialah orang yang
mempunyai sifat iri hati. Ia tidak akan tenang jika melihat teman atau
saudaranya.mendapatkan kenikmatan . hatinya selalu kacau dan merasa
benci jika melihat orang lain keadaannya lebih baik daripada dirinya.
Di dalam hadist diterangkan bahwa ada enam golongan yang masuk neraka.
Salah satu diantaranya ialah ulama yang memiliki sifat hasud(iri hati).
Meraka saling hasud dan saling iri hati karena mempunyai tujuan yang
tidak iklas dalam menegakan agama islam.
Seorang ahli hikmah berpesan demikian.
Seoarng ahli hikmah berpesan demikian,”Hati-hatilah kamu, jangan sampai
iri hati dan dengki. Sebab dosa-dosa yang diperbuat dilangit maupun
dibumi (pertama kalinya) adalah akibat iri hati dan dengki. Dilangit,
iblis membangkang perintah Allah dan menolak memberi hormat Adam, karena
ia mempunyai sifat iri dan dengki kepada Adam. Dan di Bumi, kabil
membunuh Adiknya yang mernama habildisebabkan rasa iri dan dengki.
Dimana ketika itu Habil hendak dikawinkan dengan saudaranya yang cantik.
Para Hadirin, yang terhormat,
Orang yang mempunyai sifat iri hati dan dengki tidak bisa hidup
senang.sedangkan orang kikir itu tidak mempunyai jiwa kemanusiaan.
Demikianlah kata-kata Ahli hikmah.
Iri kepada ilmu pengetahuan adalah baik. Sebab seseorang akan terdorong
untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Sehingga pengetahuannya menjadi
bertambah. Iri kepada orang ahli ibadahjuga baik karena dapat
meningkatkan amal taat. Namun iri hati terhadap kenikmatan akan merusak
segala-galanya. Hanya akan menimbulkan sesuatu dosa.
Oleh karena itu setiap muslim hendaknya membersihkan diri dari Hasud,
dari iri hati dan dengki, karena orang yang mempunyai sifat itu berarti
menentang hukum Allah,menentang takdir Allah. Rusulullah pernah berpesan
kepada Anas,”Wahai Anas, janganlah engkau mempunyai sifat dendam dan
iri hati kepada sesama muslim, baik siang maupun malam. Inilah ajaranku,
barang siapa mengikuti ajaranku, berarti cinta kepadaku,yang berarti
pula ia akan berdampingan dengan ku di surga.”
Membersihkan hati dari iri hati dan dengki adalah merupakan sunah rosul.
Barang siapa mengikuti sunah rosul,berarti cinta kepadanyadan akan
diperkenankan mendampinginya di surge. Oleh karena itu setiap muslim
diwajibkan membersihkan kalbunya dari sifat buruk itu.
Adapun cirri-ciri sifat hasud adalah : pertama, ia membenci nikmat Allah
yang diberikan oleh Allah kepada orang lain. Kedua,ia tidak rela
ketentuannya Allah dalam hal membagi rejeki. Hatinya berkata: mengapa
caraMu dalam membagi rejeki? Kemudian yang ketiga ialah, ia selalu kikir
terhadap karunia Allah yang telah diterima dan dirasakannya. Keempat,
karena harapannya melenyapkan nikmat Allah yang diberikan kepada orang
tersebut. Kelima,ia termasuk pasukan iblis yang selalu siap membantunya
dalam perbuatan buruk.
Demikianlah sedikit apa yang bisa saya sampaikan pada kesempatan
ini.jika ada kesalahan, makahal itu karena khilaf atau kebodohan ilmu
saya. Namun jika dalam materi itu dapat dipetikkebenarannya, maka hal
itu semata-matakarena ilmu Allah. Mohon Maaf atas segala kekurangan.
Bilahit taufiq wal-hidayah,wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar