Rabu, 22 Oktober 2014

MAKSUD DARI DOA WAJ'ALNAA LILMUTTAQIINA IMAAMAN



Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda:Orang mukmin berdoa untuk menjadi leader dan imam. Tapi Imam bagi siapa? imam bagi orang-orang yang bertakwa, bukan bagi orang yang tidak bertakwa. Mungkin timbul pemikiran di dalam benak sebagian orang, bagaimana bisa setiap orang menjadi pemimpin atau imam?
Hendaknya diingat bahwa jika seorang suami berusaha supaya istrinya dapat memahami dengan baik ilmu keagamaan, dawam dalam mengerjakan shalat dan puasa, giat berkhidmat dalam urusan agama, dapat memberikan tarbiyat yg baik kepada anak anak, maka dengan begitu suami tersbut merupakan imam dan si istri menjadi makmumnya.
Begitu juga, jika si ibu memberikan tarbiyat yang baik pada anak-anaknya, si ibu tersebut merupakan imam bagi anak-anaknya dan anak-anaknya menjadi makmum.
Begitu juga setiap amalan baik yang dilakukan oleh si anak akan dinisbahkan kepadanya (ibunya) .
Ketika si ibu tadi tengah tidur di alam kubur, tapi anaknya tengah melaksanakan shalat shubuh (di dunia), maka Malaikat akan mencatat bahwa wanita tadi telah terhitung mendirikan shalat shubuh.
Begitu juga jika si wanita tadi membiasakan anaknya untuk melaksanakan shalat tahajjud, maka malaikat akan mencatat bahwa si ibu inipun telah melaksanakan shalat tahajjud. Begitu jugalah halnya kaum pria.
Seberapa banyak orang lain mendapatkan petunjuk melalui perantaraannya, dia pun akan ikut serta dalam mendapatkan ganjaran atas amalan amalan saleh yang  dilakukan oleh orang-orang itu. Dengan demikian dia merupakan imam dan orang lain itu sebagai makmumnya.

(Tafsir kabir ayat, Jilid 6, Hal.596, Surat Al Furqan:75)
(Terjemah bebas:mw)


The process of selecting the khalifa : Holy quran says ; .......and make us imam for the righteous...the question is..does Allah hear this prayer ? Of course He does..as long as we are true believers and are obidient...when a khalifa passes away.his death brings a great shock to the community of believers..a death in the family is a great shock..a death of father is a great shock to his childrens..simillary .the death of the spiritual  father is a great shock to his spiritual children.. everyone becomes fearful and apprehensive (kuatir/gelisah) whether Allah will continue to manifest Him self toward them through His blessed institution of khilafat or not..they become so much grieved ( berduka cita) & agittated (gelisah) ..they question them selves wether they have been obedient  to khilafat or they have gone astray (tersesat) ..they turn to Allah .they pray fervently (sungguh-sungguh) to Him..they repent of all their sins & seek Allah's forgiveness & beseach ( memohon) Him to guide them..they ask Him ..O Allah ..guide us to choose the person whom You want to appoint....(salah satu ayat yg di quote huzur diatas adalah  waj'alna lil mutaqina imama....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar