IKUTI SUARA HATIMU
Ketika orang dalam keadaan
bingung untuk menentukan pilihan atau mengambil keputusan, sering diberikan
nasehat: IKUTI SUARA HATIMU. Namun kebanyakan orang masih juga bingung, suara
hati yang bagaimana?Tanyakan nuranimu sendiri. Ini
pun masih membingungkan. Lantas apa patokan bahwa kita sudah mengikuti suara
hati?Dalam setiap hati manusia
bersinggasana Dia yang Maha Kuasa. Teori ini sudah banyak diberikan oleh para
suci, avatar, dan para nabi. Namun orang masih saja bingung. Sulit memang
membedakan antara gemuruhnya pikiran dan suara hati nurani yang sangat halus.
Dalam keseharian, pikiran yang dipenuhi oleh keinginan yang menyamankan badan
dan selalu ingin menang jauh lebih kuat dari nurani dimana Dia Yang Maha Agung
bertahta. Bahkan cenderung tenggelam dalam gemuruh keserakahan dan keinginan
untuk menang dan memiliki kelebihan dari sesama manusia. Baik pujian,
ketenaran, dan kekuasaan lebih dari yang lain.Namun jika lebih diteliti
dengan seksama, semestinya suara hati nurani yang bening akan terdengar jelas.
Lantas bagaimana membedakannya?Suara yang bening identik
dengan suara alam. Suara yang senang berbagi kebaikan, bukan mengutamakan
kenikmatan duniawi. Perhatikanlah sifat matahari. Ia senantiasa berbagi, tidak
memilah kepada siapa ia memberikan cahayanya. Sifat matahari yang demikian
selaras dengan sifat semesta. Matahari adalah alat Dia Yang Mahapemberi untuk
menerangi kegiatan manusia. Banyak sekali manfaat cahaya ataupun panas matahari
membantu aktivitas manusia. Berbagilah demi keuntungan banyak orang. Itulah
suara hati yang murni.Sifat air yang senantiasa
mengalir ke tempat yang lebuh rendah berarti memberikan kehidupan terhadap
sesama. Ini pula suara hati. Hiduplah selaras dengan sifat alam. Berbagilah
kehidupan terhadap sesama. Penuhilah kehausan sesama dan lingkungan dengan
berbagi kesenangan. Berikanlah kesejukan bagi sesama ketika sahabat atau
temanmu membutuhkannya.Sifat bumi adalah senantiasa
memberikan manfaat untuk memberikan hasil bumi yang dibutuhkan manusia untuk
melangsungkan kehidupan. Ia senantiasa memberi walaupun diinjak oleh manusia.
Ia senantiasa memberikan makanan untuk menunjang kehidupan manusia. Ia berada
di bawah kaki kita, namun ia begitu murah berbagi. Tirulah sifat bumi yang
senantiasa berbagi walaupun dihinakan. Janganlah membalas kejahatan dengan
kejahatan. Balaslah kejahatan dengan kasih. Jika tidak bisa, upayakanlah paling
tidak, tidak menyakiti.Sifat laut yang luas. Laut
bersifat mendaur ulang. Air bagaimanapun kotornya, begitu masuk laut, akan
didaur ulang kembali menjadi air yang bersih melalui proses penguapan. Jadilah
air hujan yang sudah dimurnikan. Sifat lautan yang memurnikan berarti
kapabilitas manusia untuk senantiasa memaafkan. Dan itu bukan hal yang mustahil.
Tergantung sifat keilahian yang begema dalam diri manusia.Itulah sifat yang selaras
dengan alam. Jadi yang dimaksud dengan suara hati adalah keselarasan hidup
dengan sifat-sifat alam. Sifat yang lebih mengutamakan kepentingan umum. Bukan
golongan, kelompok atau diri sendiri…. Karena kita hidup dalam lautan energi
kebersamaan. Bukan pulau-pulau yang terpisah tanpa disatukan oleh lautan
energi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar